High Current 13.8V Power Supply

PSU 13.8V Arus Tinggi.

Modul PSU 13.8V

Modul PSU 13.8V

Ini adalah PSU yang sangat dibutuhkan untuk life test peralatan yg biasanya menggunakan tegangan DC 12Volt dengan konsumsi arus tinggi seperti perangkat audio mobil, klakson, headlamp, pemancar FM, radio komunikasi, dll. Kebetulan ada teman yang minta tolong untuk perbaiki power amplifier mobil berdaya besar, akhirnya power supply ini saya buat untuk mendukung pekerjaan itu. Selain itu ini bisa juga digunakan untuk charger baterai/aki mobil dirumah.

Skema Rangkaian

Skema saya ambil dari Elliott Sound Products (ESP) ; http://sound.westhost.com/project77.htm . Terima kasih yang sangat mendalam atas desain-desain luar biasa dari Mbah Elliott :)

Jika mengikuti rancangan sesuai nilai komponen pada skema dengan 4 transistor 2n3055, maka regulator dapat digunakan dengan aman secara terus menerus sampai arus 10A. Untuk menaikan arus regulator,  tiap 4A mbah ESP menyarankan menambahkan 1 buah transistor 2n3055 beserta resistor emitor  0.1 ohm 5W.

p77-f1

 

p77-f2

 

Part Hunting

Kali ini saya memanfaatkan barang bekas UPS merk Kebos 600VA yg sdh rusak untuk dimanfaatkan kembali.  Judulnya sih keren part hunting…kenyataannya mulungin komponen juga..hahaha.

Berikut apa yang bisa diambil dari UPS Kebos ini.

Panel Muka Awal

Panel Muka Awal

31

back panel

 

1. Transformator

Ups Kebos masih menggunakan inverter konvensional dengan memanfaatkan 1 buah  trafo yang berfungsi untuk komponen charger baterai pada saat sumber PLN hidup dan menjadi inverter pada saat PLN mati. Karena itu trafo ini bisa dimanfaatkan untuk proyek ini.  Pada gulungan primer terdapat pilihan tegangan 110 125 dan 220VAC. Pada gulungan sekunder terdapat 2 gulungan yaitu 7Vac CT dengan arus kira2 6A (dilihat dari ukuran kawat) dan 14Vac 1A.

Gulungan Sekunder 7V 6A akan saya manfaatkan untuk sumber tegangan regulator ini, jadi 7+7 = 14Vac (terminal CT tidak digunakan),  jika sdh masuk rectifier dan kapasitor , maka tegangannya sekitar 14×1,4= 19,6V, masih cocok untuk keperluan tsb. Gulungan sekunder lainnya saya gunakan untuk menyalakan relay, dan sebuah fan kecil jika dibutuhkan nanti.

Trafo Bekas UPS Kebos 650VA

Trafo Bekas UPS Kebos 650VA

2. Relay

Terdapat 3 buah relay yang bisa dimanfaatkan untuk proyek ini, saya ambil satu saja. Masing2 punya rating arus 7A pada tegangan 26VDC, cocok untuk fungsi RL 1 dalam skema.

3. Heatsink

Heatsink yang ada bisa dimanfaatkan untuk IC regulator 7812 yang digunakan disini.

4. Konektor

Konektor yang ada semua saya manfaatkan untuk proyek ini, hasilnya akan membuat perakitan lebih rapi.

5. Kotak , Led , power expander panel, fusebox, etc

Ini yang menarik, kotak yang keren tidak perlu beli dan sudah ada fuse box internal serta expander panel AC model Eropa yang bisa dimanfaatkan untuk peralatan lain dengan tipe cord AC yang sama.  Led dgn pcb yang ada juga cocok dimanfaatkan untuk indikator PSU ini. Mungkin yang perlu sedikit dirubah adalah panel depan, itupun jika ingin menambahkan ampere meter misalnya.

Masih banyak yang bisa dimanfaatkan dari barang bekas ini  seperti batterai, komponen2 kecil, dll. Untuk sementara itu saya simpan untuk keperluan lain.

Komponen lain yang dibutuhkan untuk proyek ini juga saya ambil dari sisa2 komponen yang ada dilaci stock saya. Kapasitor saya gunakan yang ada  yaitu Nichicon 4700uf 50V x 4 dan 10000uf x1 , total sekitar 28000uf , masih cukup untuk arus 10A.  Transistor 2N3055 kebetulan saya punya banyak , tdk perlu beli lagi, dan banyak komponen kecil lainnya juga saya cabut sana sini. Praktis saya cuma beli resistor 0.1 ohm dan 4,7ohm 5watt, total sekitar Rp 10rb.

Konstruksi

Ini adalah skema yang cukup sederhana dan kita bisa rakit dengan PCB lubang2 biasa. Syaratnya untuk perkabelan berarus besar gunakanlah kabel ukuran besar, minimal serabut tembaganya AWG 10 atau diatas 2,5mm . Bisa juga kabel 1mm biasa digabung 3 atau 4, karena untuk pemakaian lama jika ukuran kabel kurang, kabel bisa panas dan isolasinya meleleh, ini bahaya buat keselamatan kita dan peralatan yang digunakan.

Konstruksi yang saya buat sendiri menggunakan PCB polos yang digambar dengan bor tangan seperti proyek bikin ICB. Sebenarnya lebih bagus PCB digambar spidol permanent atau disablon dan melalui proses etching, tapi kali ini saya sedang suka melukis dengan bor tangan karena hasilnya langsung kelihatan dan penuh tantangan . Pastinya tdk boleh salah juga, karena sayang PCB nya kalau salah..hehe.

Bor Mini dgn mata khusus

Bor Mini dgn mata khusus

Hasil jalur PCB dgn bor mini.

Hasil jalur PCB dgn bor mini.

Heatsink untuk 2N3055 dipastikan agar cukup besar untuk menyerap panas dan bisa masuk kabinet dengan pas. Jangan lupa thermal grease yang cukup agar panas dapat tersalurkan dengan baik.

 

Transistor 2N3055 , Pendingin dan aksesories

Transistor 2N3055 , Pendingin dan aksesories

Test Dengan Beban

Range pengaturan PSU ini  sekitar 12 sd 15V dan Setelah jadi saya atur tegangan ke 13.8Volt . Dengan trafo bawaan UPS kebos yang sekitar 6-7A ternyata sdh mampu menyalakan PA mobil  Agako CA2000D yang saya perbaiki, tapi mungkin akan  terjadi penurunan tegangan (drop voltage)  jika volume level dinaikan.

Overall,  kalau untuk test saja cukuplah PSU ini. Jika mungkin ada keperluan untuk test perangkat dengan arus yang lebih besar trafo harus diganti dengan yang lebih besar sampai dgn 10A.  Jika membutuhkan lebih dari 10A perlu ditambah juga transistornya sesuai ketentuan diatas.

 

Salam

Audiobbm

 

 

How to Calculate and Plan a DIY Audio Power Amplifier Part:2

Cara Menghitung dan Merencanakan sebuah Power Amplifier Rakitan Bagian:2

C. Menentukan Kebutuhan Daya Amplifier dgn SPL Calculator

Pada pembukaan bagian 1 sudah dibahas amplifier dan SPL, berikut saya sampaikan cara menghitung daya amplifier  yang disesuaikan dengan kebutuhan kita. Agar mudah saya gunakan saja program  SPL calculator yang umum di internet. Anda bisa kunjungi langsung website dibawah ini untuk menghitung SPL dan Kebutuhan daya amplifier anda.

1. http://www.crownaudio.com/elect-pwr-req.htm

2. http://www.sengpielaudio.com/calculator-efficiency.htm

Table Ilustrasi SPL

Table Ilustrasi SPL

Program calculator SPL dari web tsb menggunakan rumus sebagai berikut :

dBW = Lreq – Lsens + 20 * Log (D2/Dref) + HR

W = 10 pangkat (dBW / 10)

dimana:
Lreq = required SPL at listener (nilai SPL yang diinginkan)
Lsens = loudspeaker sensitivity (1W/1M) (sensitivitas speaker)
D2 = loudspeaker-to-listener distance (Jarak Speaker ke pendengar)
Dref = reference distance (jarak referensi)
HR = desired amplifier headroom (amplifier headroom yang dinginkan, dalam program diset 3dB)
dBW = ratio of power referenced to 1 watt (rasio daya direferensikan ke 1 watt)
W = power required (daya yang dibutuhkan)

Contoh Soal ;

Saya ingin membuat sistem audio dirumah dengan jarak dengar 5m dari speaker dgn SPL 90db pada jarak tersebut. Dalam hal ini saya memiliki speaker dgn sensitivitas 90dB, maka berapa kebutuhan daya amplifier saya?

Silahkan buka web diatas, dan masukan nilai2 tersebut kedalam form seperti dibawah ini.

Listener Distance from source
M
Desired Level at Listener distance
dBSPL
Loudspeaker Sensitivity Rating (1W/1M)
dB
Amplifier Headroom
dB
Required Amplifier Power
watts

Jawabannya adalah 50Watt

Kesimpulannya:

1. Untuk menghasilkan SPL yang cukup (lihat gambar ilustrasi SPL) dalam jarak 5m dengan speaker standar (90dB) hanya dibutuhkan daya amplifier 50Watt

2. Dengan daya amplifier  yang sama namun menggunakan speaker yang lebih baik, akan menghasilkan SPL yang jauh lebih besar dari pada menaikan daya. Dengan kata lain jika sensitivitas speaker anda 92dB, dan SPL pada jarak 5m tetap 90 dB, maka daya amplifier anda cukup dengan daya 31Watt saja.

D. Menghitung Daya Amplifier 

Dipasaran banyak sekali kit amplifier jadi atau PCB saja dengan tulisan 150Watt, 500Watt, 2000Watt, dll. Apakah itu benar? Ya..bisa jadi, akan tetapi kebanyakan hanya tulisannya saja dengan tujuan untuk menarik pembeli terutama orang yang masih awam dengan elektronika. Ini tidak bisa disalahkan juga, karena pada dasarnya kit tersebut bisa saja kita setting sesuai dengan yang kita inginkan, terutama kit-kit yang masih berupa driver. Dalam hal ini kit yang sudah jadi pun bisa dimodifikasi sedemikian rupa sehingga sama dengan tulisannya asalkan mengikuti kaidah yang benar.

Contoh Perhitungan

Sebagai contoh, mari kita coba hitung berapa daya kit amplifier OCL 150Watt . Terlepas dari kualitasnya, kit PA  ini saya jadikan contoh karena mudah sekali ditemukan ditoko-toko.

150WPA (1)

Parameter yang tertera apada PA OCL 150Watt diatas adalah sbb;

-Power Supply DC , 25V simetrik

-Transistor final 2n3055 + Mj2955

- Impedansi Speaker 4-8 Ohm

Kira-kira berapa maksimal daya efektif (RMS) dari amplifier ini sebelum cut off. Jika kita anggap semua komponen ideal maka daya maksimal amplifier tersebut dapat kita hitung sebagai berikut;

Rumus;

rumus

 

 

>>Jika amplifier diumpankan ke speaker 8 ohm, maka daya maksimal yang dapat diraih adalah;

Vpeak ideal = V power supply, maka Vpeak= 25V

maka daya max adalah : (25×25) / (2×8) = 625/16 = 39,625 Wrms, kita bulatkan saja jadi 40Wrms

>>Jika amplifier diumpankan ke speaker 4 ohm, maka daya maksimal yang dapat diraih adalah;

(25×25)/(2×4) = 625/8 = 78.125Wrms, kita bulatkan saja jadi 78Wrms.

Daya diatas tentu saja perlu didukung oleh power supply yang sesuai dan sinyal input yang sesuai dengan gain yang dimiliki amplifier tsb. Dapat disimpulkan juga bahwa daya ini masih sangat jauh dengan tulisan daya 150Watt yang  tertera pada kit tsb, yang mengklaim 150Watt perkanal. Ini akan masuk akal kalau tulisan 150Watt yang dimaksud adalah 75Watt+75Watt, atau 75Watt perkanal.

Daya ini juga bisa dinaikan dengan menaikan tegangan power supply menjadi DC simtetrik 35V misalnya, akan tetapi mesti diperhatikan juga safe operating area (SOA) dari transistor final yang digunakan. SOA ini harus dihitung manakala modifikasi kita adalah untuk menaikan daya. Penambahan transistor final akan dibutuhkan untuk menjaga SOA tsb.

 

E. Menghitung Kebutuhan Power Supply

Untuk memenuhi kebutuhan daya amplifier ocl tsb maka minimal dibutuhkan daya power supply yang sama dengan daya amplifier agar amplifier bisa bekerja. Dalam hal ini daya power supply adalah tegangan dikalikan arus atau P = V xI.

Kembali jika dikondisikan bahwa semua dalam posisi ideal, dan speaker yang digunakan adalah 8 0hm maka dapat dihitung sbb;

40Watt = (25V+25V) x I  atau I = 40/50 = 0,8A

Perhitungan daya diatas belum memperhatian efisiensi penguat kelas AB, maka jika efisiensi penguat kelas AB adalah 75% dari power supply (nilai efisiensi umum kelas AB), maka kebutuhan daya power supply adalah;

40Watt + (25% x40Watt) = 40Watt + 10 Watt = 50Watt, maka arus trafo minimal adalah 50/50 = 1A

Jika amplifier dibuat stereo maka kebutuhan power supply adalah 2x 1A = 2A

Jadi untuk amplifier OCL stereo 2 X 40Watt pada speaker 8 Ohm, harus menggunakan PSU DC  dengan tegangan Simetrik 25V dengan arus minimal 2A.

Selanjutnya , jika amplifier diumpankan ke speaker 4 ohm dan dikehendaki daya maksimal 78Watt maka kebutuhan daya power supply adalah 78Watt +(25%x78Watt) = 78+19,5 = 97,5, maka minimal arus PSU adalah 97,5/50 = 1,95, dibulatkan = 2A

Jadi untuk amplifier OCL stereo 2 x 78Watt pada speaker 4 ohm, harus menggunakan PSU DC dengan tegangan simetrik 25V dengan arus minimal 4A.

Perhitungan ini dapat menjadi dasar kita untuk menentukan kebutuhan trafo yang akan digunakan untuk power supply nanti.

 

F. Menentukan Komponen Power Supply 

Sesuai perhitungan diatas, agar amplifier dapat bekerja maksimal pada daya 2 x78Watt pada 4 ohm, maka dibutuhkan PSU DC simetrik 25V minimal dengan arus 4A atau power supply dengan daya 25×4= 200Watt.

Source: http://sound.westhost.com/power-supplies.htm

 Skema PSU simetrik standar. Image Source: http://sound.westhost.com/power-supplies.htm

 

1. Trafo

Trafo yang digunakan tentu saja harus seseuai dengan kebutuhan diatas, yaitu minimal 4A. Dalam hal ini bisa digunakan trafo 5A  CT 18V yang ada dipasaran. Tentu asumsinya trafo bagus yang terjamin kualitasnya.  Tegangan 18V didapatkan dari 25/1,41 = 18V, karena tegangan AC 18V setelah disearahkan dan difilter akan naik sebesar 1,41 kali.

2. Dioda

Berfungsi sebagai penyearah AC to DC. Rating Dioda bridge yang digunakan tentu saja harus lebih dari 5 A agar dapar bekerja dengan aman.

3. Kapasitor Electrolit /Elco

Kapasitor berfungsi sebagai filter untuk menghilangkan ripple setelah penyearah. Besarnya kapasitor dapat dihitung berdasarkan seberapa besar tegangan ripple yang mau dihilangkan. Secara umum tegangan ripple yang masih bisa ditoleransi untuk power amplifier adalah 2-3Vptp

C = ( I L / ΔV) * k * 1,000 uF

I L = Load current
ΔV = peak-peak ripple voltage
k = 6 for 120Hz or 7 for 100Hz ripple frequency.

Karena listrik di Indonesia menggunakan frekuensi 50Hz, maka K adalah 7. Misalnya tegangan ripple yang diinginkan tdk lebih dari 2Vptp, maka nilai C1 dan C2 adalah;

C = (4/2)*7*1000uf = 14000uF.

Dari hasil tersebut anda bisa memparelel 3 buah kapasitor/elco 4700uF masing2 untuk C1 dan C2. Jangan lupa juga rating tegangan kapasitor yang dipakai harus diatas 25V, atau sesuai dengan yang ada dipasaran yaitu 35V.

Hasil diatas juga bisa jadi patokan untuk menentukan besarnya kapasitas elco , secara sederhana untuk tiap 1 Ampere dibutuhkan kapasitor sebesar 3300uF.

Rancangan PSU ini masih memiliki kekurangan yaitu pada saat power supply mendapat beban penuh tegangan keluaran biasanya akan turun beberapa volt, hal ini sedikit banyak dapat mengganggu kinerja amplifier dan menurunkan daya output. Ini dipengaruhi juga oleh kualitas kapasitor yang digunakan, semakin besar kapasitasnya semakin baik. Pilihan lainnya adalah menggunakan PSU dengan regulator, namun tentunya akan menambah biaya lagi.

G. Amplifier Headroom.

Pada perhitungan sebelumnya ada istillah headroom. Terminologi ini berasal dari dunia otomotif sebenarnya, akan tetapi juga prinsipnya digunakan didunia elektronik.

Amplifier headroom adalah level aman operasional sebuah amplifier sebelum amplifier mengalami cliping,  misalkan kita ingin mengoperasikan sebuah amplifier dengan daya 100Watt terus menerus, maka  amplifier yang digunakan sebaiknya memiliki rating diatas 100Watt, misalnya 150Watt. Headroom ini sangat penting agar pada saat amplifier dioperasikan 100Watt terus menerus, amplifier dapat bekerja dengan normal tanpa gangguan.

Perhitungan headroom biasanya diaplikasikan pada sound sistem saat konser atau live musik, dimana perangkat power amplifier akan beroperasi dengan beban yang berat.

 

salam

Audiobbm

 

Literatur

http://www.electronics-tutorials.ws

http://sound.westhost.com

http://en.wikipedia.org/wiki/Amplifier_class#Power_amplifier_classes

http://en.wikipedia.org/wiki/Audio_power

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

How to Calculate and Plan a DIY Audio Power Amplifier

Cara Menghitung dan Merencanakan sebuah Power Amplifier Rakitan bag.1

Pada dasarnya diperlukan pengetahuan elektronika yang cukup untuk mendesain sebuah amplifier yang baik, namun disini saya katakan tidak mendesain akan tetapi hanya menjelaskan cara menghitung dan merencanakan amplifier rakitan untuk keperluan anda. Dalam hal ini bisa untuk keperluan dirumah, studio maupun diluar ruangan. 

Some value improvement for several components, I hope it makes a good result.

A. Amplifier dan SPL

Sebagian besar dari kita mungkin masih berpikir bahwa jika kita memiliki penguat yang menghasilkan output  daya 50 watt ke speaker 8-ohm, akan menghasilkan suara cukup bersih dan musik keras, maka dengan menggandakan power amplifier  menjadi 100 watt , sistem kemudian akan bermain dua kali lebih keras. Banyak orang mungkin masih percaya itu, tapi kenyataannya tidak begitu!!

Meskipun bukan hal yang mudah untuk dipahami, menggandakan power amplifier tidaklah menghasilkan dua kali lipat kenyaringan. Dalam contoh di atas, suara dari speaker tidak akan “dua kali lebih keras”, hanya akan menjadi “sedikit lebih keras,” . Faktanya meningkatkan daya dari 50Watt ke 100Watt hanya akan meningkatkan SPL (sound pressure level) sebesar 3dB (desibel).  Tes pendengaran dengan kelompok besar orang telah mengungkapkan bahwa satu-decibel (1 dB ) perubahan dalam kenyaringan kira-kira hanya terdengar oleh sebagian kecil pendengar yang dapat mendeteksi itu, sehingga peningkatan dari 3 dB (dari 50Watt ke 100Watt) sebagian besar pendengar hanya mengatakan sedikit lebih keras.

Kenapa bisa begitu?? Karena perhitungan untuk SPL adalah bersifat logaritmik. Untuk menghasilkan suara sampai dua kali lipat dari 50Watt , maka anda memerlukan amplifier 10X lebih besar atau sebesar 500Watt. Sebuah pemborosan daya yang besar jika penguat 500Watt hanya digunakan didalam rumah.

Jadi sebelum memutuskan merakit amplifier perkirakan untuk apa kebutuhan kita. Untuk Keperluan dirumah secara umum penguat 50Wrms sudah sangat layak. Memperkuat daya sampai 100 atau 150Watt tdk akan berbeda jauh hasilnya.  Karena itu untuk dirumah sebaiknya anda lebih mengutamakan speaker yang baik (ratio power to SPL lebih baik) atau bersensitifitas tinggi dari pada menambah daya power amplifier anda. Para audiophile bahkan keranjingan dengan amplifier tabung single ended yang cuma 5Watt dari pada pushpull 10Watt misalnya, karena memang hasil SPL nya tidak akan jauh berbeda dan menurut mereka single ended terdengar lebih mempesona dibandingkan pushpull, tentunya dengan menggunakan speaker yang sensitif. 

B. Memilih Speaker

Berikut parameter untuk memilih dan menentukan speaker sesuai kebutuhan.

1.Respon Frekuensi

Speaker merupakan kunci dari sebuah sistem audio, baik dirumah, studio, maupun diluar ruangan, speakerlah yang paling menentukan kualitas sound sistem anda, karena speaker adalah akhir dari sistem yang menuju telinga anda. Pada dasarnya amplifier didesain sebagai penguat dengan respon yang flat disegala freakuensi dari 20 sd 20Khz, namun speaker memiliki keterbatasan terhadap respon frekuensi tersebut. Karena itu para perancang audio bekerja keras untuk mendapatkan respon yang flat dari speaker. Untuk memenuhi itu maka digunakan speaker Woofer untuk merespon frekuensi rendah, middle untuk respon menengah dan tweeter untuk frekuensi tinggi. Selain itu masih diperlukan filter agar energi bisa tersebar dengan efektif dimasing-masing speaker tersebut, maka dibuatlah rangkaian crossover.  Untuk respon terbaik maka jenis speaker harus ada minimal 3 jenis tsb dan crossover yang baik untuk mendukungnya.

2.Sensitivitas 

Masih berhubungan dengan SPL, dalam hal ini speaker yang baik adalah speaker yang mampu mereproduksi daya amplifier dengan sebaik mungkin tanpa rugi atau loss yang besar, karena itu dengan daya amplifier yang sama, speaker yang baik akan menghasilkan nilai SPL yang lebih besar dibandingkan speaker biasa. Biasanya sensitivitas dinilai dengan satuan dB (sama seperti spl dan gain). Makin sensitif makin baik, dan makin mahal, biasanya 90 dB keatas.

Namun tdk usah khawatir bagi anda yang mau belajar dan mencoba membuat sendiri dgn dana terbatas, karena pilihan speaker dari produsen lokal yang ada saat ini sdh cukup baik dan harganya cukup terjangkau.

3.Daya Speaker

Diberbagai forum saya sering membaca bahwa masih ada orang yg salah persepsi tentang daya speaker ini. Ada yang mengatakan bahwa “untuk ngangkat speaker 500Watt, harus dikasih power amplifier 500Watt”. Ini tentunya sebuah kesalahan yang cukup mendasar, karena yang tercantum pada speaker adalah rating maksimal atau kemampuan maksimal dari speaker itu pada saat diumpankan ke amplifier. Jadi tidak masalah kalau anda umpankan speaker 500Watt pada power amplifier 20Watt sekalipun. Yang jadi masalah adalah kalau speaker kecil dihubungkan dengan amplifier besar, jika sdh melewati rating yang tertera dibadannya speaker akan berasap/jebol.

Saran saya jika merencanakan ingin membuat amplifier 60Watt misalnya, maka pilihan speakernya 100Watt keatas agar aman digunakan, dan sistem anda dapat dipacu sampai batas kemampuannya.

4. Impedansi

Impedansi (Z)speaker adalah tahanan sebuah speaker terhadap signal audio, dalam hal ini berbeda dengan tahanan pada resistor. Nilai impedansi  akan menentukan daya output dari amplifier, semakin kecil impedansi semakin besar daya yang keluar dari amplifier. Penjelasan selanjutnya akan membahas perhitungan daya yang berhubungan dengan impedansi ini.

5. Kotak Speaker

Kotak speaker juga  merupakan hal krusial dan sangat menentukan kualitas sistem anda. Terutama untuk frekuensi-frekuensi rendah, kotak ini merupakan kunci utama keberhasilan dalam merancang sebuah sound sistem. Saya tidak akan membahas ini terlalu jauh, karena akan menjadi pembahasan yang sangat panjang, karena desain untuk kotak ini sangat beragam, dan masing2 memiliki karakter tersendiri.

Kalau untuk dirumah, cukuplah desain konvensional yang umum dengan model memanjang. Untuk yang mau mencoba membuat sendiri bisa membaca tentang desain kotak speaker ini dari berbagai sumber yang banyak tersebar diinternet. Untuk kita yang kurang ahli dalam perkayuan bolehlah kita pesan dengan pembuat kotak speaker yang berpengalaman.

Berikut salah satu website untuk acuan jika ingin membuat kotak sendiri;

http://www.diyaudioandvideo.com/Tutorial/SpeakerBox/

bersambung ke bag.2

Daftar Pustaka

http://www.axiomaudio.com/power

http://www.audioholics.com/frequent-questions/relationship-between-watts-and-dbs