Audiobbm.com Let's Do It !

Free Information for Hobbyist : DIY Audio, Electronics, Automotive, Information Technology.

  • About Audiobbm
  • Apa itu DIY Audio
    • My Project
    • Singkatan2
  • Audiobbm Platinum KIT
    • Aksesoris, Mixer, Tone Control, dll
    • Kit Amplifier Mobil
    • Kit Amplifier Pro
    • Kit Home Amplifier, Active Speaker Modul
    • Speaker Protector
    • Subwoofer Plate Amplifier
  • Audiobbm Store
    • CUSTOM AMPLIFIER
    • KIT AUDIO Hi-Fi
      • Audio Power Amplifier
      • Crossover Pasif/ Passive Crossover
      • Gainclone, Chip Amplifier
      • Integrated Amplifier, Active Speaker Modul
      • Pre-Amp/Tone Control, Sub Filter, Crossover
      • Speaker Protector
      • Subwoofer & 2.1 Amplifier
      • Surround Processor
    • PART ELEKTRONIKA
      • IC Analog & Digital
      • Kapasitor
      • Relay, Switch, Connector
      • Trafo, Inductor, Core
      • Transistor
    • PCB SIAP SOLDER
    • POWER SUPPLY
    • Sparepart Blazer
    • TOOLS / INSTRUMENT
  • CARA ORDER BARANG
  • GUITAR AMPLIFIER
  • HOME & PRO AMPLIFIER
  • Ngoprek Chevrolet Blazer

Heathkit TA-16 : The Harmony of Vintage Guitar Amplifier

Posted by audiobbm on May 12, 2014
Posted in: Beranda, DIY Audio, Info dan Berita. Tagged: amplifier, audio, DIY amplifier, electronic, ta-16. 2 Comments

Harmony by Heath

Heathkit TA-16 The Harmony, adalah amplifier gitar solid state yang dikeluarkan oleh perusahaan elektronika jadul yang cukup ternama pada tahun 60-an bernama Heathkit. Amplifier ini cukup terkenal dijamannya dengan karakter suara yang kental dan khas dari Heathkit. Selain meluncurkan amplifier solid state heathkit adalah salah satu vendor yang banyak mengeluarkan amplifier tabung dalam bentuk DIY kit. Kesederhanaan desain dari amplifier TA-16 merupakan refleksi dari desain rangkaian tabung hampa yang sederhana namun istimewa dalam performa. Kesederhanaan ini juga yang membuat saya tertarik untuk membahas amplifier ini, dan tentunya review dari pengguna amplifier tsb cukup menarik terutama dari hobbyist dan musisi di negeri pembuatnya “Paman Sam”.

 

Iklan Jadul Heathkit Amplifier. Sumber : preservationsound.com

Iklan Jadul Heathkit Amplifier. Sumber : preservationsound.com

Video dibawah ini diambil dari youtube;

Sound Like a Tube

Ini adalah perdebatan yang cukup panjang dan masih berlangsung hingga saat ini. Sedikit banyak amplifier ini akan menjawab kegelisahan pengguna amplifier solid state yang katanya tak semerdu amplifier tabung, ataupun musisi pemula yang sangat mengidamkan amplifier tabung namun belum tercapai karena harganya selangit. Saya katakan demikian karena saya membaca review terhadap amplifier ini sangat positif. Dimana dikatakan bahwa suaranya “mirip” amplifier tabung. Bisa didengar lewat video diatas. Namun saya sendiri tidak memiliki telinga sensitif itu, yang bisa membedakan suaranya dengan amplifier tabung. Tentunya semua berakhir pada penilaian masing-masing karena masing-masing orang memiliki kepekaan yang berbeda.

Silahkan baca link dibawah ini yang mau lebih jelas tentang tabung hampa dan transistor

 

http://psg.com/~dlamkins/lamkins-guitar/music/article/solid-state-mythology

DIY Kit Only

Seperti barang-barang keluaran Heathkit lainnya amplifier ini tidak dijual dalam bentuk jadi, namun merupakan sebuah kit DIY (do it yourself) . Dalam kit tsb komponen perlu dirakit terlebih dahulu agar bisa bekerja, namun untuk kabinet/box kayunya sendiri tersedia pilihan untuk membuat sendiri atau yang sudah jadi. Ini adalah portofolio yang tetap dijaga oleh perusahaan ini dimana untuk mendukung kreatifitas merupakan sebuah hal yang sangat penting.

Di negara kita tercinta pun pada saat itu atau di jamannya sebenarnya juga memiliki kondisi yang sama, dimana pengetahuan tentang elektronika menjadi sangat menarik (nge-tren) dimana orang-orang (anak muda maupun tua) belajar dari buku-buku dengan teori yang kuat dan implementasi yang kreatif. Sedikit berbeda dimasa ini, dimana kebanyakan orang suka yang tinggal pakai, bahkan menjadi buta sama sekali dengan teori dasarnya. Beruntunglah saat ini ada internet yang menjadikan karya-karya terdokumentasi dengan baik untuk generasi yang akan datang.

 

Spesifikasi Ta-16

Amplifier ini terdiri dari 2 kanal, yaitu clean dan reverb. Pada Kanal clean dan reverb masing2 mengandalkan  2 transistor pada penguat awal dan tone control, 2 transistor sebagai driver reverb tank, 2 transistor sebagai tremolo osilator dan 5 transistor sebagai buffer dan Power Amplifier. Total ada 13 transistor  pada kit tersebut.

Pada saat itu adalah hal yang lumrah dalam spesifikasi untuk menyebutkan jumlah komponen aktif dari setiap produk elektronik, karena jumlahnya memang tidak banyak dan merupakan kunci cara pemasaran pada jaman itu. Dulu mungkin kita pernah mendengar istilah radio 4 transistor, 6 transistor, dsb, bahkan komputer Apple 1 pun pada saat pertama kali diluncurkan masih menyebutkan jumlah IC / chip yang digunakan. Peralihan dari tabung hampa ke transistor pada saat itu memang tidak serta merta mengubah cara pemasaran produk, dimana awalnya cara tersebut diterapkan pada peralatan yang menggunakan tabung hampa yang memang jumlahnya tdk banyak dalam setiap rangkaiannya.

Dibawah ini adalah skema t-16, cukup sederhana namun dapat menghasilkan keluaran sampai 25Watt. Cukup keras untuk amplifier dalam studio atau dirumah. Tersedia fasilitas reverb dengan reverb tank(spring reverb), dan tremolo untuk efek suara. Distorsi overdrive bisa didapatkan dengan memutar volume sampai level tertentu. Tone control tipe Baxandal yang digunakam juga memberikan pengaturan tone yang cukup lebar.

 

Skema Heathkit ta-16

Skema Heathkit ta-16

 

Kekurangan Amplifier Ta-16.

Amplifier ini memiliki karakter suara yang baik, namun memiliki kekurangan dimana masukannya(input) memiliki impedansi yang rendah, apalagi jika dibandingkan dengan amplifier jaman sekarang yang memiliki impedansi tinggi. Impedansi ini akan mempengaruhi warna suara dari pickup. Untuk mengakalinya bisa dipasangkan dengan gitar pickup aktif, atau dengan menambahkan pre-amp gitar impedansi tinggi. Modifikasi input pada ta-16 dengan menambahkan transistor FET berikut juga bisa dibuat untuk memaksimalkan performa amplifier jadul ini dengan tanpa merubah karakter aslinya.

Modifikasi masukan ta-16

Modifikasi masukan ta-16

Kesimpulan

Amplifier ini cukup menarik buat saya yang suka dengan elektronika jadul (vintage), kesederhanaan dan suaranya yang khas sangat menarik untuk dicoba sebagai cemilan bergizi tinggi. Sambil comot sana comot sini saya kira ini bisa jadi “next project” yang ideal.

 

Salam

Audiobbm

 

 

 

High Current 13.8V Power Supply

Posted by audiobbm on April 15, 2014
Posted in: Beranda, DIY Audio, Info dan Berita. Tagged: amplifier, electronic, power supply. 25 Comments

PSU 13.8V Arus Tinggi.

Modul PSU 13.8V

Modul PSU 13.8V

Ini adalah PSU yang sangat dibutuhkan untuk life test peralatan yg biasanya menggunakan tegangan DC 12Volt dengan konsumsi arus tinggi seperti perangkat audio mobil, klakson, headlamp, pemancar FM, radio komunikasi, dll. Kebetulan ada teman yang minta tolong untuk perbaiki power amplifier mobil berdaya besar, akhirnya power supply ini saya buat untuk mendukung pekerjaan itu. Selain itu ini bisa juga digunakan untuk charger baterai/aki mobil dirumah.

Skema Rangkaian

Skema saya ambil dari Elliott Sound Products (ESP) ; http://sound.westhost.com/project77.htm . Terima kasih yang sangat mendalam atas desain-desain luar biasa dari Mbah Elliott 🙂

Jika mengikuti rancangan sesuai nilai komponen pada skema dengan 4 transistor 2n3055, maka regulator dapat digunakan dengan aman secara terus menerus sampai arus 10A. Untuk menaikan arus regulator,  tiap 4A mbah ESP menyarankan menambahkan 1 buah transistor 2n3055 beserta resistor emitor  0.1 ohm 5W.

p77-f1

 

p77-f2

 

Part Hunting

Kali ini saya memanfaatkan barang bekas UPS merk Kebos 600VA yg sdh rusak untuk dimanfaatkan kembali.  Judulnya sih keren part hunting…kenyataannya mulungin komponen juga..hahaha.

Berikut apa yang bisa diambil dari UPS Kebos ini.

Panel Muka Awal

Panel Muka Awal

31

back panel

 

1. Transformator

Ups Kebos masih menggunakan inverter konvensional dengan memanfaatkan 1 buah  trafo yang berfungsi untuk komponen charger baterai pada saat sumber PLN hidup dan menjadi inverter pada saat PLN mati. Karena itu trafo ini bisa dimanfaatkan untuk proyek ini.  Pada gulungan primer terdapat pilihan tegangan 110 125 dan 220VAC. Pada gulungan sekunder terdapat 2 gulungan yaitu 7Vac CT dengan arus kira2 6A (dilihat dari ukuran kawat) dan 14Vac 1A.

Gulungan Sekunder 7V 6A akan saya manfaatkan untuk sumber tegangan regulator ini, jadi 7+7 = 14Vac (terminal CT tidak digunakan),  jika sdh masuk rectifier dan kapasitor , maka tegangannya sekitar 14×1,4= 19,6V, masih cocok untuk keperluan tsb. Gulungan sekunder lainnya saya gunakan untuk menyalakan relay, dan sebuah fan kecil jika dibutuhkan nanti.

Trafo Bekas UPS Kebos 650VA

Trafo Bekas UPS Kebos 650VA

2. Relay

Terdapat 3 buah relay yang bisa dimanfaatkan untuk proyek ini, saya ambil satu saja. Masing2 punya rating arus 7A pada tegangan 26VDC, cocok untuk fungsi RL 1 dalam skema.

3. Heatsink

Heatsink yang ada bisa dimanfaatkan untuk IC regulator 7812 yang digunakan disini.

4. Konektor

Konektor yang ada semua saya manfaatkan untuk proyek ini, hasilnya akan membuat perakitan lebih rapi.

5. Kotak , Led , power expander panel, fusebox, etc

Ini yang menarik, kotak yang keren tidak perlu beli dan sudah ada fuse box internal serta expander panel AC model Eropa yang bisa dimanfaatkan untuk peralatan lain dengan tipe cord AC yang sama.  Led dgn pcb yang ada juga cocok dimanfaatkan untuk indikator PSU ini. Mungkin yang perlu sedikit dirubah adalah panel depan, itupun jika ingin menambahkan ampere meter misalnya.

Masih banyak yang bisa dimanfaatkan dari barang bekas ini  seperti batterai, komponen2 kecil, dll. Untuk sementara itu saya simpan untuk keperluan lain.

Komponen lain yang dibutuhkan untuk proyek ini juga saya ambil dari sisa2 komponen yang ada dilaci stock saya. Kapasitor saya gunakan yang ada  yaitu Nichicon 4700uf 50V x 4 dan 10000uf x1 , total sekitar 28000uf , masih cukup untuk arus 10A.  Transistor 2N3055 kebetulan saya punya banyak , tdk perlu beli lagi, dan banyak komponen kecil lainnya juga saya cabut sana sini. Praktis saya cuma beli resistor 0.1 ohm dan 4,7ohm 5watt, total sekitar Rp 10rb.

Konstruksi

Ini adalah skema yang cukup sederhana dan kita bisa rakit dengan PCB lubang2 biasa. Syaratnya untuk perkabelan berarus besar gunakanlah kabel ukuran besar, minimal serabut tembaganya AWG 10 atau diatas 2,5mm . Bisa juga kabel 1mm biasa digabung 3 atau 4, karena untuk pemakaian lama jika ukuran kabel kurang, kabel bisa panas dan isolasinya meleleh, ini bahaya buat keselamatan kita dan peralatan yang digunakan.

Konstruksi yang saya buat sendiri menggunakan PCB polos yang digambar dengan bor tangan seperti proyek bikin ICB. Sebenarnya lebih bagus PCB digambar spidol permanent atau disablon dan melalui proses etching, tapi kali ini saya sedang suka melukis dengan bor tangan karena hasilnya langsung kelihatan dan penuh tantangan . Pastinya tdk boleh salah juga, karena sayang PCB nya kalau salah..hehe.

Bor Mini dgn mata khusus

Bor Mini dgn mata khusus

Hasil jalur PCB dgn bor mini.

Hasil jalur PCB dgn bor mini.

Heatsink untuk 2N3055 dipastikan agar cukup besar untuk menyerap panas dan bisa masuk kabinet dengan pas. Jangan lupa thermal grease yang cukup agar panas dapat tersalurkan dengan baik.

 

Transistor 2N3055 , Pendingin dan aksesories

Transistor 2N3055 , Pendingin dan aksesories

Test Dengan Beban

Range pengaturan PSU ini  sekitar 12 sd 15V dan Setelah jadi saya atur tegangan ke 13.8Volt . Dengan trafo bawaan UPS kebos yang sekitar 6-7A ternyata sdh mampu menyalakan PA mobil  Agako CA2000D yang saya perbaiki, tapi mungkin akan  terjadi penurunan tegangan (drop voltage)  jika volume level dinaikan.

Overall,  kalau untuk test saja cukuplah PSU ini. Jika mungkin ada keperluan untuk test perangkat dengan arus yang lebih besar trafo harus diganti dengan yang lebih besar sampai dgn 10A.  Jika membutuhkan lebih dari 10A perlu ditambah juga transistornya sesuai ketentuan diatas.

 

Salam

Audiobbm

 

 

How to Calculate and Plan a DIY Audio Power Amplifier Part:2

Posted by audiobbm on March 27, 2014
Posted in: Beranda, DIY Audio, Info dan Berita. Tagged: amplifier, audio, electronic control unit, Technology. 2 Comments

Cara Menghitung dan Merencanakan sebuah Power Amplifier Rakitan Bagian:2

C. Menentukan Kebutuhan Daya Amplifier dgn SPL Calculator

Pada pembukaan bagian 1 sudah dibahas amplifier dan SPL, berikut saya sampaikan cara menghitung daya amplifier  yang disesuaikan dengan kebutuhan kita. Agar mudah saya gunakan saja program  SPL calculator yang umum di internet. Anda bisa kunjungi langsung website dibawah ini untuk menghitung SPL dan Kebutuhan daya amplifier anda.

1. http://www.crownaudio.com/elect-pwr-req.htm

2. http://www.sengpielaudio.com/calculator-efficiency.htm

Table Ilustrasi SPL

Table Ilustrasi SPL

Program calculator SPL dari web tsb menggunakan rumus sebagai berikut :

dBW = Lreq – Lsens + 20 * Log (D2/Dref) + HR

W = 10 pangkat (dBW / 10)

dimana:
Lreq = required SPL at listener (nilai SPL yang diinginkan)
Lsens = loudspeaker sensitivity (1W/1M) (sensitivitas speaker)
D2 = loudspeaker-to-listener distance (Jarak Speaker ke pendengar)
Dref = reference distance (jarak referensi)
HR = desired amplifier headroom (amplifier headroom yang dinginkan, dalam program diset 3dB)
dBW = ratio of power referenced to 1 watt (rasio daya direferensikan ke 1 watt)
W = power required (daya yang dibutuhkan)

Contoh Soal ;

Saya ingin membuat sistem audio dirumah dengan jarak dengar 5m dari speaker dgn SPL 90db pada jarak tersebut. Dalam hal ini saya memiliki speaker dgn sensitivitas 90dB, maka berapa kebutuhan daya amplifier saya?

Silahkan buka web diatas, dan masukan nilai2 tersebut kedalam form seperti dibawah ini.

Listener Distance from source
M
Desired Level at Listener distance
dBSPL
Loudspeaker Sensitivity Rating (1W/1M)
dB
Amplifier Headroom
dB
Required Amplifier Power
watts

Jawabannya adalah 50Watt

Kesimpulannya:

1. Untuk menghasilkan SPL yang cukup (lihat gambar ilustrasi SPL) dalam jarak 5m dengan speaker standar (90dB) hanya dibutuhkan daya amplifier 50Watt

2. Dengan daya amplifier  yang sama namun menggunakan speaker yang lebih baik, akan menghasilkan SPL yang jauh lebih besar dari pada menaikan daya. Dengan kata lain jika sensitivitas speaker anda 92dB, dan SPL pada jarak 5m tetap 90 dB, maka daya amplifier anda cukup dengan daya 31Watt saja.

D. Menghitung Daya Amplifier 

Dipasaran banyak sekali kit amplifier jadi atau PCB saja dengan tulisan 150Watt, 500Watt, 2000Watt, dll. Apakah itu benar? Ya..bisa jadi, akan tetapi kebanyakan hanya tulisannya saja dengan tujuan untuk menarik pembeli terutama orang yang masih awam dengan elektronika. Ini tidak bisa disalahkan juga, karena pada dasarnya kit tersebut bisa saja kita setting sesuai dengan yang kita inginkan, terutama kit-kit yang masih berupa driver. Dalam hal ini kit yang sudah jadi pun bisa dimodifikasi sedemikian rupa sehingga sama dengan tulisannya asalkan mengikuti kaidah yang benar.

Contoh Perhitungan

Sebagai contoh, mari kita coba hitung berapa daya kit amplifier OCL 150Watt . Terlepas dari kualitasnya, kit PA  ini saya jadikan contoh karena mudah sekali ditemukan ditoko-toko.

150WPA (1)

Parameter yang tertera apada PA OCL 150Watt diatas adalah sbb;

-Power Supply DC , 25V simetrik

-Transistor final 2n3055 + Mj2955

– Impedansi Speaker 4-8 Ohm

Kira-kira berapa maksimal daya efektif (RMS) dari amplifier ini sebelum cut off. Jika kita anggap semua komponen ideal maka daya maksimal amplifier tersebut dapat kita hitung sebagai berikut;

Rumus;

rumus

 

 

>>Jika amplifier diumpankan ke speaker 8 ohm, maka daya maksimal yang dapat diraih adalah;

Vpeak ideal = V power supply, maka Vpeak= 25V

maka daya max adalah : (25×25) / (2×8) = 625/16 = 39,625 Wrms, kita bulatkan saja jadi 40Wrms

>>Jika amplifier diumpankan ke speaker 4 ohm, maka daya maksimal yang dapat diraih adalah;

(25×25)/(2×4) = 625/8 = 78.125Wrms, kita bulatkan saja jadi 78Wrms.

Daya diatas tentu saja perlu didukung oleh power supply yang sesuai dan sinyal input yang sesuai dengan gain yang dimiliki amplifier tsb. Dapat disimpulkan juga bahwa daya ini masih sangat jauh dengan tulisan daya 150Watt yang  tertera pada kit tsb, yang mengklaim 150Watt perkanal. Ini akan masuk akal kalau tulisan 150Watt yang dimaksud adalah 75Watt+75Watt, atau 75Watt perkanal.

Daya ini juga bisa dinaikan dengan menaikan tegangan power supply menjadi DC simtetrik 35V misalnya, akan tetapi mesti diperhatikan juga safe operating area (SOA) dari transistor final yang digunakan. SOA ini harus dihitung manakala modifikasi kita adalah untuk menaikan daya. Penambahan transistor final akan dibutuhkan untuk menjaga SOA tsb.

 

E. Menghitung Kebutuhan Power Supply

Untuk memenuhi kebutuhan daya amplifier ocl tsb maka minimal dibutuhkan daya power supply yang sama dengan daya amplifier agar amplifier bisa bekerja. Dalam hal ini daya power supply adalah tegangan dikalikan arus atau P = V xI.

Kembali jika dikondisikan bahwa semua dalam posisi ideal, dan speaker yang digunakan adalah 8 0hm maka dapat dihitung sbb;

40Watt = (25V+25V) x I  atau I = 40/50 = 0,8A

Perhitungan daya diatas belum memperhatian efisiensi penguat kelas AB, maka jika efisiensi penguat kelas AB adalah 75% dari power supply (nilai efisiensi umum kelas AB), maka kebutuhan daya power supply adalah;

40Watt + (25% x40Watt) = 40Watt + 10 Watt = 50Watt, maka arus trafo minimal adalah 50/50 = 1A

Jika amplifier dibuat stereo maka kebutuhan power supply adalah 2x 1A = 2A

Jadi untuk amplifier OCL stereo 2 X 40Watt pada speaker 8 Ohm, harus menggunakan PSU DC  dengan tegangan Simetrik 25V dengan arus minimal 2A.

Selanjutnya , jika amplifier diumpankan ke speaker 4 ohm dan dikehendaki daya maksimal 78Watt maka kebutuhan daya power supply adalah 78Watt +(25%x78Watt) = 78+19,5 = 97,5, maka minimal arus PSU adalah 97,5/50 = 1,95, dibulatkan = 2A

Jadi untuk amplifier OCL stereo 2 x 78Watt pada speaker 4 ohm, harus menggunakan PSU DC dengan tegangan simetrik 25V dengan arus minimal 4A.

Perhitungan ini dapat menjadi dasar kita untuk menentukan kebutuhan trafo yang akan digunakan untuk power supply nanti.

 

F. Menentukan Komponen Power Supply 

Sesuai perhitungan diatas, agar amplifier dapat bekerja maksimal pada daya 2 x78Watt pada 4 ohm, maka dibutuhkan PSU DC simetrik 25V minimal dengan arus 4A atau power supply dengan daya 25×4= 200Watt.

Source: http://sound.westhost.com/power-supplies.htm

 Skema PSU simetrik standar. Image Source: http://sound.westhost.com/power-supplies.htm

 

1. Trafo

Trafo yang digunakan tentu saja harus seseuai dengan kebutuhan diatas, yaitu minimal 4A. Dalam hal ini bisa digunakan trafo 5A  CT 18V yang ada dipasaran. Tentu asumsinya trafo bagus yang terjamin kualitasnya.  Tegangan 18V didapatkan dari 25/1,41 = 18V, karena tegangan AC 18V setelah disearahkan dan difilter akan naik sebesar 1,41 kali.

2. Dioda

Berfungsi sebagai penyearah AC to DC. Rating Dioda bridge yang digunakan tentu saja harus lebih dari 5 A agar dapar bekerja dengan aman.

3. Kapasitor Electrolit /Elco

Kapasitor berfungsi sebagai filter untuk menghilangkan ripple setelah penyearah. Besarnya kapasitor dapat dihitung berdasarkan seberapa besar tegangan ripple yang mau dihilangkan. Secara umum tegangan ripple yang masih bisa ditoleransi untuk power amplifier adalah 2-3Vptp

C = ( I L / ΔV) * k * 1,000 uF

I L = Load current
ΔV = peak-peak ripple voltage
k = 6 for 120Hz or 7 for 100Hz ripple frequency.

Karena listrik di Indonesia menggunakan frekuensi 50Hz, maka K adalah 7. Misalnya tegangan ripple yang diinginkan tdk lebih dari 2Vptp, maka nilai C1 dan C2 adalah;

C = (4/2)*7*1000uf = 14000uF.

Dari hasil tersebut anda bisa memparelel 3 buah kapasitor/elco 4700uF masing2 untuk C1 dan C2. Jangan lupa juga rating tegangan kapasitor yang dipakai harus diatas 25V, atau sesuai dengan yang ada dipasaran yaitu 35V.

Hasil diatas juga bisa jadi patokan untuk menentukan besarnya kapasitas elco , secara sederhana untuk tiap 1 Ampere dibutuhkan kapasitor sebesar 3300uF.

Rancangan PSU ini masih memiliki kekurangan yaitu pada saat power supply mendapat beban penuh tegangan keluaran biasanya akan turun beberapa volt, hal ini sedikit banyak dapat mengganggu kinerja amplifier dan menurunkan daya output. Ini dipengaruhi juga oleh kualitas kapasitor yang digunakan, semakin besar kapasitasnya semakin baik. Pilihan lainnya adalah menggunakan PSU dengan regulator, namun tentunya akan menambah biaya lagi.

G. Amplifier Headroom.

Pada perhitungan sebelumnya ada istillah headroom. Terminologi ini berasal dari dunia otomotif sebenarnya, akan tetapi juga prinsipnya digunakan didunia elektronik.

Amplifier headroom adalah level aman operasional sebuah amplifier sebelum amplifier mengalami cliping,  misalkan kita ingin mengoperasikan sebuah amplifier dengan daya 100Watt terus menerus, maka  amplifier yang digunakan sebaiknya memiliki rating diatas 100Watt, misalnya 150Watt. Headroom ini sangat penting agar pada saat amplifier dioperasikan 100Watt terus menerus, amplifier dapat bekerja dengan normal tanpa gangguan.

Perhitungan headroom biasanya diaplikasikan pada sound sistem saat konser atau live musik, dimana perangkat power amplifier akan beroperasi dengan beban yang berat.

 

salam

Audiobbm

 

Literatur

http://www.electronics-tutorials.ws

http://sound.westhost.com

http://en.wikipedia.org/wiki/Amplifier_class#Power_amplifier_classes

http://en.wikipedia.org/wiki/Audio_power

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Posts navigation

← Older Entries
Newer Entries →
  • Audiobbm.com

    Cibarusah, Indonesia
  • Archives

  • Pages

    • About Audiobbm
    • Apa itu DIY Audio
      • My Project
      • Singkatan2
    • Audiobbm Platinum KIT
      • Aksesoris, Mixer, Tone Control, dll
      • Kit Amplifier Mobil
      • Kit Amplifier Pro
      • Kit Home Amplifier, Active Speaker Modul
      • Speaker Protector
      • Subwoofer Plate Amplifier
    • Audiobbm Store
      • CUSTOM AMPLIFIER
      • KIT AUDIO Hi-Fi
        • Audio Power Amplifier
        • Crossover Pasif/ Passive Crossover
        • Gainclone, Chip Amplifier
        • Integrated Amplifier, Active Speaker Modul
        • Pre-Amp/Tone Control, Sub Filter, Crossover
        • Speaker Protector
        • Subwoofer & 2.1 Amplifier
        • Surround Processor
      • PART ELEKTRONIKA
        • IC Analog & Digital
        • Kapasitor
        • Relay, Switch, Connector
        • Trafo, Inductor, Core
        • Transistor
      • PCB SIAP SOLDER
      • POWER SUPPLY
      • Sparepart Blazer
      • TOOLS / INSTRUMENT
    • CARA ORDER BARANG
    • GUITAR AMPLIFIER
    • HOME & PRO AMPLIFIER
    • Ngoprek Chevrolet Blazer
  • Recent Posts

    • Toko Orange Baru Audiobbm Sudah Live Ya…Cekidot Yuk!!!
    • Gw anak Vespa juga..
    • Radio Antik Dijual: Sanyo 8X-109B
    • Radio Antik Dijual :National R441B.
    • Radio Philips 12 AL217 (sold out)
    • RESTORASI RADIO TABUNG PHILIPS BIN 206U
    • New Audio Pro Power Amplifier Series
    • Cara Order di Audiobbm.com
    • PA AMPLIFIER SEDERHANA
    • Multi Purpose Guitar Amp
  • bbm_rileks

    Tweets by bbm_rileks
  • March 2026
    M T W T F S S
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
    « Nov    
Create a free website or blog at WordPress.com.
Audiobbm.com Let's Do It !
Blog at WordPress.com.
Privacy & Cookies: This site uses cookies. By continuing to use this website, you agree to their use.
To find out more, including how to control cookies, see here: Cookie Policy
  • Subscribe Subscribed
    • Audiobbm.com Let's Do It !
    • Join 59 other subscribers
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Audiobbm.com Let's Do It !
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...